Jumat, 16 September 2016

Cerita yang telah usai

Hujan dimalam ini menandakan bahwa cerita itu telah usai...
Malam ini tak seharusnya lagi menjadi pengingat kenangan masa lalu. Biarkan air yang jatuh dan mengalir membawa kenangan itu pergi jauh. Menghapus segala yang pernah terjadi antara aku dan dia.
Bukan... Bukan karena tak ingin lagi. Tetapi untuk apa kenangan itu tersimpan? Ia selalu berteriak meminta tuk kembali diingat.
Sampai dititik terakhir ini, aku sadar bahwa aku telah dibutakan oleh rasa sayang. Disakiti berkali - kali tak membuat diri ini lantas pergi, tetap bertahan karena alasan sayang. Rasa sayang itu membuat aku lupa, sampai menutup hati, bahwa tanpa sadar ada orang lain yang sedang menunggu, memperhatikan, menahan rasa sakit, seseorang yang benar benar tulus mencintaiku.
Sudahlah, cerita ini, cerita antara aku dan dia, benar - benar sudah usai. Lagi pula pemilik kenangan itu sudah membuat kenangan baru bersama yang lain. Dan begitupun aku. Mencoba membuka kembali hati ini untuk membuat kenangan baru bersama yang lain, tentunya kenangan bahagia. Dan berharap tak berakhir seperti dulu lagi.
Maka dari itu, ku persilahkan hujan untuk membawa kenangan itu pergi jauh,..........

Rabu, 01 Juni 2016

SELAMAT HARI LAHIR PANCASILA

Selamat hari lahir Pancasila!

Semoga bukan hanya pelajar saja yang menghafalkan pancasila, tetapi orang - orang diluar sana yang bukan pelajar 'masih' ingat dengan isi - isi pancasila. Bahkan akan lebih dahsyat jika seluruh komponen bangsa bisa memaknai dan mengamalkan dasar - dasar negara ini.

Miris memang, melihat pancasila hanya hadir dalam satu acara penting, dan hanya dianggap sebagai suatu kewajiban peserta upacara untuk mengucap ulang pancasila.
Bukankah sebenarnya pancasila memiliki makna yang lebih besar dan lebih penting dari itu?

Kalaupun ada beberapa komponen yang tau isi - isi pancasila dan sebagian lainnya melupakan, menganggap pancasila bukan sesuatu yang penting, mungkin rasa nasionalisme mereka sudah hilang. Mungkin mereka lupa dengan apa yg mereka pelajari semasa sekolah, tentang perjuangan para pahlawan untuk menjadikan kelima kalimat tersebut menjadi dasar negara yg hingga kini kita sebut PANCASILA.

Semoga bukan hanya para petinggi negara saja yg kita tuntut untuk mengamalkan pancasila, tetapi dimulai dari diri sendiri, dan disebarkan kepada orang lain. Sehingga seluruh komponen bangsa dapat menghargai arti penting pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Rabu, 25 Mei 2016

Hari yg cerah.
Tanpa awan tanpa hujan.
Kau pancarkan energi yg buatku tak mengalihkan pandang.
Ku tatap dibalik keramaian.
Ku ungkap dalam keheningan.
Dan menunggu hadirnya kau.
Hingga suatu pagi yg indah dengan ditemani tetesan embun diatas daun talas.
Kau datang.
Membawa sejuta kebahagiaan.
Bibir ini tersenyum.
Hati berdebar.
Telinga ini pun sejenak tuli, tak mendengar.
Bulan sabit telah menjadi bulan sabit kembali.
Dan berubah menjadi sebuah matahari yg terbit dari timur.
Sadarkah kau?
Dalam sekejap kau runtuhkan impian dan harapan.
Kau mematahkannya.
Ku tegarkan diri dan mencari jati diri.
Tak ku usik sedikitpun kehidupanmu juga temanmu.
Bertahun sudah berlalu.
Kupikir sembuh sudah kenangan pahit.
Namun setitik kekecewaan itu masih membekas dalam diri.

-dwioktaf

Sabtu, 21 Mei 2016

Entah apalagi yang terjadi. Seakan semua datang dan pergi silih berganti, tanpa sebab yang jelas. Kau datang kembali dengan membawa sebuah senyuman indah. Sadarkah kamu? Banyak harapan tersimpan disini. Tapi, sebab kamu datang bukan itu. Hanya untuk membahagiakan dirimu sendiri saja, hanya sesaat. Saat kau lelah dengan penat, kau kembali kepadaku, untuk kembali dapatkan kebahagiaan itu. Lantas, setelah kau sudah bisa kembali menbuat senyuman indah dibibirmu, kau pergi dan kau berikan senyuman itu untuknya....

Rabu, 11 Mei 2016

Terimakasih guruku!

Setiap manusia di muka bumi pasti akan tumbuh dan berkembang melalui perjalanan waktu. Waktu yang lalu kita sebut sejarah dan waktu yang akan datang disebut masa depan. Apa yang kita lihat dari sejarah hidup masing - masing semuanya adalah pelajaran.
Ada dua hal yang pernah dilalui oleh setiap orang, yaitu gagal dan berhasil. Apakah benar kedua kata itu ada? Jujur saya masih ragu, karena perbedaan antara kegagalan dan keberhasilan hanyalah pada masalah sudut pandang saja. Keduanya sebenarnya sama. Itulah sebabnya kenapa banyak orang yang percaya bahwa kegagalan itu sebenaenya merupakan keberhasilan yang tertunda.Bila konsep itu kita gunakan untuk menata masa depan, maka hidup akan semakin mudah dan ringan. Bila kita yakin tidak takut menghadapi keberhasilan, maka yakinlah bahwa kita pun sebenarnya tidak takut dengan kegagalan.
Saya tidak bermaksud menggiring engkau untuk mencapai kegagalan, namun ingin menuntun agar engkau tidak lagi dihantui oleh ketakutan akan gagal menghadapi masa depan. Yakinlah, tidak ada yang gagal dalam hidup kita. Yang harus kita lakukan saat ini adalah belajar terus agar kita mempunyai wawasan yang dapat menyebabkan kita mampu melihat setiap sisi kehidupan kita dari sudut - sudut yang berbeda. Bila itu bisa dilakukan, akan banyak pilihan tersedia di hadapanmu.
Semakin banyak pilihan yang tersedia untuk kita, semakin memudahkan kita menempuh kehidupan dalam rangka meraih masa depan. Lulus SBMPTN mungkin menjadi tujuan utamamu hari ini, saya doakan agar engkau sukses dan gemilang meraih apa yang di cita-citakan itu. Tidak ada kata terlambat untuk meraih kesuksesanmu. Allah SWT menciptakan masa depan untuk engkau pilih. Jangan ragu, ambilah!
Bila merasa berat untuk mencapai itu, berdoalah dan tetaplah berusaha, belajar...belajar dan terus belajar. Biarkan frustasi mengikutimu. Bila engkau, merasa tak mampu, ingatlah bahwa Tuhanmu tidak membuatmu dalam keadaan sia - sia. Pasti di sisi tertentu, engkau adalah sebenarnya luar biasa dan lebih unggul dari yang lain. Dan, yang paling penting, bila doa terus engkau sampaikan, Tuhanmu tidak akan membiarkanmu sendirian tanpa kekuatan. Jadi yakinlah, engkau pasti mampu! Engkau pasti bisa!
Dan, bila apa yang di cita-citakan tak tercapai, bukanlah kegagalan tengah mendekapmu, tapi kamu tengah salah memilih sudut pandang. Bangkitlah... dan ubahlah sudut pandang itu!!
Engkau akan disebut hebat bukan karena sering jatuh, tapi bila engkau mampu bangkit dari setiap jatuhmu.
-Saptana Surahmat

Selamat tinggal

Untuk sekarang, aku ikhlas. Aku rela.
Semua penantianku, dan semua perjuanganku untuk tetap menjaga komitmen ini, kuakhiri sampai disini.
Bukan aku yang ingin mengingkari, tapi semua sudah jelas. Untuk apa aku bertahan? Sedangkan hati itu tak lagi untukku.
Maaf atas segala perbuatan yg telah aku lakukan.
Terimakasih, untuk pernah mengisi hari - hari ku, terimakasih telah meninggalkan banyak pelajaran untuk hidupku di masa depan.
Semoga masa depan aku dan kamu lebih baik dengan adanya pelajaran di masa lalu.
Sampai jumpa dengan kebahagiaan masing-masing! ☺

Sabtu, 07 Mei 2016

Tak peduli

Hujan itu datang lagi.
Tapi kini ia datang sendiri, tanpa ditemani petir dan kilatnya.
Kemana petir dan kilat yang biasanya membuat aku membenci hujan?
Kini aku kembali tenggelam dalam gemerciknya air.
Tetesan air yang jatuh mengalunkan nada nada indah.
Mengantarkan ku pada kenangan bersamamu.

Aku muak. Aku benci.
Untuk apa aku terlena kembali pada kenangan itu?
Untuk apa?
Berkali kali hati ini tergores, karena ketidakpedulian mu padaku.
Tapi tetap saja aku terus menunggu.
Berharap keajaiban akan datang.

Aku lelah dengan semua ini.
Mengapa tak kau rasakan betapa sakitnya hati ini menahan rindu?
Menunggu dan berharap kau datang untuk menyapaku.
Tapi kau tak lagi peduli. Tidak.
Karena mungkin bagimu, bagaimana pun aku, seberapa sakit pun aku, sebanyak apapun air mata itu jatuh, aku bukan urusanmu lagi.

Sedih memang jika ternyata benar seperti itu adanya. Tapi kau tahu? Aku masih tetap disini. Dengan perasaan yang sama.

Jumat, 06 Mei 2016

Kemana cinta?

Bukankah seharusnya cinta tercipta karena dua jiwa saling menyalurkan rasa cintanya? Lantas mengapa cinta ini terjadi ketika satu jiwa memilih pergi? Kemana cinta ini akan kusalurkan?

Kamis, 05 Mei 2016

Berlari atau tinggal?

Haruskah aku berlari? Atau haruskah aku tetap tinggal disini?
Berlari ataupun tinggal tak urung membuatmu peduli lagi padaku.
Bisakah kau lihat sejenak? Ada hati yang terus berharap, ada hati yang tak lelah menanti, hati yang hanya bisa menahan rindu, menahan rasa cinta yang kian hari kian menggebu.

Menata rindu

Bagaimana cara ku menata rindu yg terus menggebu di setiap malamnya?
Sedangkan yang ku rindu tak lagi peduli bagaimana rindu itu datang kepadaku.

Kebahagiaan kita

Terdiam dan hanya bisa terdiam. Mungkin itulah yang kini aku rasakan. Rindu menggebu menyerbu kala hati ini merasa sepi. Dimana kah dirimu sekarang? Apa kau sama merindunya seperti yang kini aku rasakan? Ingatkah ketika bahagia itu menjadi milik kita? Kini aku dan kau sama - sama melangkah, tapi bukan ke arah yang sama. Tak bisa kah langkah itu kini menyatu kembali? Menuju arah yang sama. Kebahagian milik kita.

Senin, 02 Mei 2016

Dalam setiap langkahku
Tersimpan rasa yang aku sebut....C I N T A
Ia terasa begitu indah
Rasanya hangat, nyaman dan membuka senyuman di hari - hariku
Tapi, pernah juga...
Aku merasakan cinta menempatkan aku dalam harapan - harapan yang kosong
Sendirian..... dan melelahkan
Hingga akhirnya aku tersadar
Bahwa menunggu kadang tidak ada artinya
Dan itu bukan jawaban

Aku menyadari bahwa cinta itu rapuh
Ia semakin kuat bila dua hati mau berusaha
Berusaha untuk mau saling mengerti
Berusaha untuk terus saling memberi
Bahkan, cinta kadang butuh diuji
Bagaimana ia bisa bertahan
Dalam bahagia, dalam bimbang, dalam marah maupun benci kadang - kadang
Mampukah ia terus ada dengan sabar?

Waktu mendewasakan cinta
Berkali - kali ia terjatuh
Dan berkali pula cinta itu bangkit
Bahkan semakin kokoh
Selama dua hati tetap ingin bersama
Seharusnya yang tersisa hanya keinginan untuk bersatu
Meskipun kadang harus diuji dengan kali kedua

-Raisa

Minggu, 01 Mei 2016

Engkau angka dua belas, dia jarum jam panjang yang melewatimu setiap jam.
Sementara aku...
Jarum detik yang datang dan menjagamu setiap menit
Resah di dadamu, dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini.
Dipisah kata - kata.
Begitu pula rindu.
Lihat tanda tanya itu
Jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi

- Rangga

Tentang Seseorang

Kulari ke hutan, kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi, sepi dan sendiri aku benci
Aku ingin bingar, aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri
Pecakan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba - laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyang kan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai

Cinta
It's ok if sometimes we don't understand what we want, but please make sure what we don't want. -Paulo Coelho
Bila resolusi tak kunjung berhasil, bisa jadi ada yang salah dalam diri Anda dan perlu dibenahi dalam merumuskannya -unknown

Rabu, 27 April 2016

Menangis dalam tidur

Kau tahu apa yang disebut dengan 'menangis dalam tidur'?
Kalian memang tertidur, tapi menangis dalam mimpi. Kalian memang tertidur, tapi hati tetap terisak sendu. Menyakitkan melihatnya, apalagi mengalaminya sendiri. -TL
Detik tidak pernah melangkah mundur, tapi kertas putih itu selalu ada. Waktu tidak pernah berjalan mundur, dan hari tak pernah berulang. Tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru. Untuk semua pertanyaan yang belum terjawab. - M. Aan Mansyur

Menenangkan Rindu

Dia meninggalkanmu agar bisa selalu mengingatmu. Dia akan pulang untuk membuktikan mana yang lebih kuat, langit atau matamu.

Senin, 25 April 2016

Rindu

Jadi ini yang dinamakan rindu dalam diam? Menahan setiap kali kerinduan itu melanda. Membayangkan kenangan indah bersamanya, berharap semua itu kembali.
Tetesan air mata kala rindu itu datang mungkin tak kan berarti apa - apa untukmu. Tapi bagiku, ia adalah harapan. Tetesan air mata yang jatuh hilang dan pergi untuk sampaikan rindu ini padamu.
Cinta mengandung kekuatan yang bisa merubah orang normal menjadi orang spesial -Q, my name is love

My Name Is Love

Dia membuatku menangis setiap saat
Tapi aku selalu berharap hal bodoh seperti itu
Setiap hari...
Dia akan berbalik dan melihatku
Cinta tidak mengenal kondisi
Setiap ada pria yang baik di sekelilingku
Tapi aku selalu menunggumu
Hanya dia
Mungkin, karena aku tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan.
Jadi, aku menyerah padanya

A little thing called love

Tidak tahu berapa lama itu
Bahwa aku harus menolak segala sesuatu
Menyembunyikan semua kebenaran di hati
Setiap kali bertemu
Setiap kali kau memandangku
Aku hanya berpura - pura bertahan
Tahukah kau betapa aku menahan diriku?
Dapatkah kau dengar itu?
Hatiku memberi tahu bahwa aku mencintaimu
Tapi aku tak bisa mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya
Bisakah kau dengar itu?
Hatiku menanti kau membukanya
Hanya dapat berharap kau akan mengetahuinya
Suatu hari...
Meskipun aku mencintaimu
Walaupun aku merasakannya
Tetapi jauh di dalam tidak cukup berani
Hanya dapat berharap
Bahwa aku disini untuk mencintaimu
Aku memohon agar kau mengetahuinya
Suatu hari.....

Minggu, 24 April 2016

Untukmu, Keenan-ku

Aku bukan Kugy yang percaya dengan radar neptunus
Bukan pula Luhde yang percaya sepenuhnya atas hatimu.
Aku hanya aku, dengan kelebihan dan kekuranganku.
Tak seperti Kugy si pendongeng cantik
Tak seperti Luhde si gadis ayu nan lembut.
Bila akhirnya Kugy bersama Keenan, aku belum tentu bersamamu.
Mengapa? karena ini kisahku, bukan perahu kertas.

Aku yang percaya dengan radarku, aku yang bangga akan asalku. Dan aku yang mencintaimu. Selalu.

Dariku,
Gadis pecandu senyummu.

Semoga suatu saat kamu bisa membaca pesan ini, mungkin ini hanyalah sebuah rangkaian kalimat yang entah dibuat oleh siapa, tetapi ini cukup mewakili perasaanku.
Kadangkala basa - basi adalah bahasa rindu dari hati yang harus pintar - pintar dimengerti. -sebuahego
Aku pernah menjadi teduh bagi seseorang, menjadi apa yang pertama kali dicari saat ia basah kuyup terkena hujan, atau saat ia tak kuasa menahan peluh karena terik. Aku pernah menjadi teduh, sebelum aku dipaksa berubah, ikut menjadi hujan yang lebur pada pipiku sendiri. -bulangerimis
Kau tak perlu mengecup dahiku, cukup kau usap, maka kau akan tahu seberapa keras aku memikirkanmu. Kau tak perlu memeluk tubuhku, cukup kau tepuk pundukku, maka kau akan tahu seberapa kuat aku bertahan untukmu. Kau tak perlu memangdang mataku begitu lama, selewatnya saja, maka kau akan tahu seberapa senang aku kau lihat. -andhikahadipratama
Jadi ini yang dirasakan orang - orang itu, dulu aku bilang itu berlebihan, tapi sekarang aku sendiri yang mengalaminya. Sakitnya menahan rindu bila malam tiba. Sulitnya menahan setiap kenangan yang muncul kala hujan itu datang. Pedihnya menahan diri agar berhenti berharap padanya. Dan kecewanya saat tahu bahwa kini aku bukanlah yang ada dihatinya lagi.

Rabu, 20 April 2016

Sebenarnya penjelasan yang lebih baik adalah karena aku sering berubah pikiran. Semuanya menjadi absurd. Bukan ragu - ragu atau plintat - plintut, tetapi memang itulah tabiat burukku sekarang, berbagai paradoks itu. Bilang iya tetapi tidak. Bilang tidak, tetapi iya. Terkadang iya dan tidak sudah tidak jelas lagi perbedaanya.

Tolong beri tahu, jika ada yang lebih pedih dari berusaha ikhlas pada kepergian ketika hati sedang rindu - rindunya

Minggu, 17 April 2016

Hujan Punya Cerita tentang Kita

Bagiku, hujan menyimpan senandung liar yang membisikkan 1001 kisah. Tiap tetesnya yang merdu berbisik lembut, menyuarakan nyanyian alam yang membuatku rindu mengendus bau tanah basah. Bulir - bulir yang jatuh menapak di atas daun, mengalir lurus menyisakan sebaris air di dedaunan. Sejuk, mirip embun.

Hidup seperti ini. Aku bisa merasakan senja yang bercampur bau tanah basah sepeninggal hujan. Seperti kanvas putih yang tersapu warna - warna homogen indah. Denitingan sisa - sisa titik hujan di atas atap terasa seperti seruling alam yang bisa membuatku memejamkan mata. Melodi hidup, aku menyebutnya seperti itu. Saat semua ketenangan bisa kudapatkan tanpa harus memikirkan apapun.

A novel by Dianika
Ada yang percaya bahwa didalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung lagu yang bisa meresonasi ingatan masa lalu. -Rangga, Hujan Punya Cerita tentang Kita

Minggu, 10 April 2016

Orang bilang, harapan itu seperti awan. Beberapa berlalu begitu saja, tetapi sisanya membawa hujan. Harapan manakah yang kau simpan dihatimu?

Sabtu, 09 April 2016

Orang yang menuntun mu belum tentu jadi pengisi hari - hari mu. Mungkin saja ia hanya membersihkan lukamu. Lalu tugasnya selesai. -Desyanita

Little Snow in Zurich

Dan kau tahu? 
Cinta pertama adalah saat kita berharap terlalu banyak, menanti terlalu lama, cemas terlalu sering, menginginkan happy ending yang terkadang tidak mungkin -Yamine
A novel by Alvi Syahrin 


Jumat, 08 April 2016

Senyuman di belakang punggung


Aku kira, aku sudah berhasil melupakan segala macam tentangmu. Kupikir aku siap membuka hatiku untuk seseorang yang baru. Aku yakin bahwa aku siap membuka mata dan hatiku pada orang baru yang akan membahagiakanku. Usahaku begitu keras untuk mematikan perasaan ini. Segalanya memang tak mudah karena perjuangan yang kulakukan terus berlanjut. Tak mudah mematikan perasaan pada seseorang yang bisa kita temui setiap hari. Kamu sudah jadi bagian dari hari-hariku, hampir setiap hari aku melihatmu. Perubahan yang begitu berbeda membuatku sulit menerima bahwa kita tak lagi sama. Aku melihatmu setiap hari dan untuk menganggap bahwa kita tak pernah punya perasaan yang spesial sungguh bukanlah hal yang mudah.

 
Apa saja yang kita lakukan selama rentetan bulan kebersamaan kita. Aku juga tak tahu apakah aku dan kamu bisa disebut punya hubungan atau tidak, karena semua berjalan dalam ketidakjelasan. Penyatuan kita juga tak menemukan titik temu. Mungkinkah dulu hanya aku yang berjuang sendirian? Mungkinkah dulu hanya aku yang inginkan kejelasan?
Kamu berbeda dari yang lainnya. Kamu sederhana, apa adanya, misterius, dan begitu sulit untuk ditebak. Wajahmu bukan pahatan seniman kelas dunia ataupun bikin pabrik yang jelas-jelas sempurna. Aku tak memikirkan bagaimana penampilanmu dan bagaimana caramu menata rambutmu. Aku mencintaimu karena begitulah kamu. Kamu yang sulit kutebak tapi begitu manis dalam beberapa peristiwa. Kamu yang menggemaskan dalam keadaan yang bahkan sulit kujelaskan. Aku sangat mencintaimu dan sekarang pun masih begitu. Sadarkah kamu?
Hari-hari kulewati dengan banyak pertanyaan. Apakah perasaanmu sedalam yang kuharapkan? Aku sedikit menangkap isyarat itu. Kamu mengajakku bicara dalam percakapan manis kita di pesan singkat. Kamu menghangatkanku di tengah dinginnya malam dengan candaan kecilmu. Bagaimana mungkin aku bisa begitu mudah melupakan hal-hal spesial yang sempat kulewati bersamamu? 
Kamu bisa dengan mudah melupakan segalanya. Kebersamaanmu dengannya sudah cukup menjawab semuanya. Aku bukanlah sosok yang kauinginkan. Aku bukan sosok yang kauharapkan. Menyakitkan bukan jika keberadaanku tak pernah kauanggap meskipun aku selalu hadir dalam tatapanmu? Aku berusaha semampuku untuk membahagiakanmu, namun nampaknya usahaku tak begitu terlihat di matamu.

Dulu, kita yang banyak berbincang, kini jadi banyak diam. Setiap hari aku berusaha menerima kenyataan dan perubahan itu. Setiap hari aku mencoba meyakinkan diriku bahwa suatu saat pasti aku bisa melupakanmu. Ketika melihatmu dengannya, ada luka yang tergores lagi. Kamu belum benar-benar kumiliki, tapi mengapa aku bisa sakit begini?
Pertemuan kita tadi seperti semangat yang kembali menemukanku di sudut yang dingin dan gelap. Aku selesai menyanyikan lagu sakit hati yang kuharap bisa sampai ke telingamu. Aku turun panggung dan menemukan sosokmu sedang duduk termenung. Kulambaikan tanganku dan mata kita bertemu.

Kamu tersenyum. Sederhana sekali. Ternyata, dari banyaknya pengabaian dan rasa sakit yang kauberikan; aku masih bisa mencintaimu.

 -Dwitasari

Ketika inginku bukan inginmu

Memilikimu memang sudah tak mungkin lagi bagiku
Jangankan memiliki, untuk bertegur sapa denganmu pun rasanya tak mungkin
Semua sudah berbeda, semuanya sudah terjadi
Lantas aku bisa apa sekarang?
Terus mengharapkanmu? berharap semuanya kembali seperti dahulu?
Ah, sudahlah, rasanya tak mungkin.
Bukan, bukan aku yang tak ingin. Harapan tuk terus bersamamu sangat besar dalam diriku. Tapi, pada kenyatanya, kamu yang dulu begitu ingin bersama, sekarang sudah tidak. Sakit memang, ketika aku tahu bahwa kau sudah tak sedikit pun peduli padaku.
Ya sudahlah biarkan saja, itu hakmu.
Tapi jangan salahkan aku, jangan pupuskan harapanku untuk terus bersamamu.

-RN

Hujan


Kurasa beberapa orang berpendapat sama denganku. Bahwa hujan bukan membawa penyakit, melainkan membawa kenangan itu datang kembali dan menguncinya dalam ingatan. Bagiku, setiap rintik hujan yang jatuh membawa setiap kebahagian yang dulu pernah ada, menutupi tetes air mata yang jatuh di pipi atas kerinduan yang melanda.
-RN


Jika cinta memang tak harus memiliki, lantas mengapa betapa sulitnya mengikhlaskan? Mengapa dipertemukan dengan kenangan manis dan ditinggalkan dengan kenyataan pahit?


Kau tahu? Betapa bahagianya aku bisa bersamamu, betapa aku merekam setiap kejadian indah setiap kali bersamamu, betapa segala sesuatu tentangmu tersimpan rapih dalam memori ingatanku. Tak salah bukan jika sosokmu selalu hadir dalam setiap hari - hariku? Tapi mengapa semua harus berakhir sesakit ini?

Langkah kaki yang dulu selalu berjalan beiringan, kini berjalan ke arah yang berbeda. Senyum yang biasanya kau berikan untukku, kini entah kau berikan untuk siapa. Bertatap pun tidak untuk saling menyapa, tidak untuk berbagi rasa dan bertukar pikiran seperti dulu. Hanya tatapan kosong yang tak berlangsung lama dan sedalam dulu. Tatapan itu kini tak memilik arti lagi, tak menggambarkan perasaan yang dulu pernah kau berikan padaku.
Semua memang salahku, jika saja hal itu tak pernah ku lakukan, mungkin kini aku masih bersamamu, melakukan semua hal bersama. Kini tak pernah lagi ku dengar suaramu, jangankan untuk menyebut namaku, berbicara sedikit saja padaku, sudah tak pernah kau lakukan lagi.
Salahkah bila kini aku rindu? Salahkah bila aku ingin kembali?
Duhai pujaan...
Sudikah kau untuk menerima ku kembali?
Memulai hari baru bersama, bersama komitmen yang kita buat? Menghapus semua luka dalam hatimu yang telah kubuat dan kini aku bersedia tuk hapuskan semua luka itu. Lalu, merajut cinta dan kasih bersama.
Aku masih disini, menunggumu yang entah akan datang atau tidak. Dan entah sampai kapan.
 
-RN


Kamis, 07 April 2016

Move On

Ada masa depan dibalik kenangan yang harus aku jalani -Julie

Syarat jatuh cinta

Tak ada yang bisa menjamin cinta akan selalu berujung bahagia. Seringnya mencintai membuatmu patah hati. Terluka. Meneteskan air mata bagi cinta yang berbalik meninggalkanmu. 
Tapi pernahkah kau mencintai seperti yang aku alami?
Mencintai dalam sakit. Mengubah diri demi orang yang bahkan tak memalingkan wajahnya sedikit pun padamu. Hatiku berdarah. Dan aku masih saja mencintainya. Bahkan, setiap malam aku masih menyempatkan diri untuk berdoa, agar ia selalu bahagia.
Ini cinta yang bodoh. Ya, aku tahu itu. Tapi aku akan terus bertahan. Terus mencintainya hingga dia mengundangku masuk ke dunianya.

-Marin Josi & Purba Sitorus
b:section-contents id='footer-1'/>b:section-contents id='footer-2-1'/>b:section-contents id='footer-2- 2'/>b:section-contents id='footer-1'/>b:section-contents id='footer-2-1'/>b:section-contents id='ooter-2-2'/>