Sebenarnya penjelasan yang lebih baik adalah karena aku sering berubah pikiran. Semuanya menjadi absurd. Bukan ragu - ragu atau plintat - plintut, tetapi memang itulah tabiat burukku sekarang, berbagai paradoks itu. Bilang iya tetapi tidak. Bilang tidak, tetapi iya. Terkadang iya dan tidak sudah tidak jelas lagi perbedaanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar