Rabu, 27 April 2016

Menangis dalam tidur

Kau tahu apa yang disebut dengan 'menangis dalam tidur'?
Kalian memang tertidur, tapi menangis dalam mimpi. Kalian memang tertidur, tapi hati tetap terisak sendu. Menyakitkan melihatnya, apalagi mengalaminya sendiri. -TL
Detik tidak pernah melangkah mundur, tapi kertas putih itu selalu ada. Waktu tidak pernah berjalan mundur, dan hari tak pernah berulang. Tetapi pagi selalu menawarkan cerita yang baru. Untuk semua pertanyaan yang belum terjawab. - M. Aan Mansyur

Menenangkan Rindu

Dia meninggalkanmu agar bisa selalu mengingatmu. Dia akan pulang untuk membuktikan mana yang lebih kuat, langit atau matamu.

Senin, 25 April 2016

Rindu

Jadi ini yang dinamakan rindu dalam diam? Menahan setiap kali kerinduan itu melanda. Membayangkan kenangan indah bersamanya, berharap semua itu kembali.
Tetesan air mata kala rindu itu datang mungkin tak kan berarti apa - apa untukmu. Tapi bagiku, ia adalah harapan. Tetesan air mata yang jatuh hilang dan pergi untuk sampaikan rindu ini padamu.
Cinta mengandung kekuatan yang bisa merubah orang normal menjadi orang spesial -Q, my name is love

My Name Is Love

Dia membuatku menangis setiap saat
Tapi aku selalu berharap hal bodoh seperti itu
Setiap hari...
Dia akan berbalik dan melihatku
Cinta tidak mengenal kondisi
Setiap ada pria yang baik di sekelilingku
Tapi aku selalu menunggumu
Hanya dia
Mungkin, karena aku tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan.
Jadi, aku menyerah padanya

A little thing called love

Tidak tahu berapa lama itu
Bahwa aku harus menolak segala sesuatu
Menyembunyikan semua kebenaran di hati
Setiap kali bertemu
Setiap kali kau memandangku
Aku hanya berpura - pura bertahan
Tahukah kau betapa aku menahan diriku?
Dapatkah kau dengar itu?
Hatiku memberi tahu bahwa aku mencintaimu
Tapi aku tak bisa mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya
Bisakah kau dengar itu?
Hatiku menanti kau membukanya
Hanya dapat berharap kau akan mengetahuinya
Suatu hari...
Meskipun aku mencintaimu
Walaupun aku merasakannya
Tetapi jauh di dalam tidak cukup berani
Hanya dapat berharap
Bahwa aku disini untuk mencintaimu
Aku memohon agar kau mengetahuinya
Suatu hari.....

Minggu, 24 April 2016

Untukmu, Keenan-ku

Aku bukan Kugy yang percaya dengan radar neptunus
Bukan pula Luhde yang percaya sepenuhnya atas hatimu.
Aku hanya aku, dengan kelebihan dan kekuranganku.
Tak seperti Kugy si pendongeng cantik
Tak seperti Luhde si gadis ayu nan lembut.
Bila akhirnya Kugy bersama Keenan, aku belum tentu bersamamu.
Mengapa? karena ini kisahku, bukan perahu kertas.

Aku yang percaya dengan radarku, aku yang bangga akan asalku. Dan aku yang mencintaimu. Selalu.

Dariku,
Gadis pecandu senyummu.

Semoga suatu saat kamu bisa membaca pesan ini, mungkin ini hanyalah sebuah rangkaian kalimat yang entah dibuat oleh siapa, tetapi ini cukup mewakili perasaanku.
Kadangkala basa - basi adalah bahasa rindu dari hati yang harus pintar - pintar dimengerti. -sebuahego
Aku pernah menjadi teduh bagi seseorang, menjadi apa yang pertama kali dicari saat ia basah kuyup terkena hujan, atau saat ia tak kuasa menahan peluh karena terik. Aku pernah menjadi teduh, sebelum aku dipaksa berubah, ikut menjadi hujan yang lebur pada pipiku sendiri. -bulangerimis
Kau tak perlu mengecup dahiku, cukup kau usap, maka kau akan tahu seberapa keras aku memikirkanmu. Kau tak perlu memeluk tubuhku, cukup kau tepuk pundukku, maka kau akan tahu seberapa kuat aku bertahan untukmu. Kau tak perlu memangdang mataku begitu lama, selewatnya saja, maka kau akan tahu seberapa senang aku kau lihat. -andhikahadipratama
Jadi ini yang dirasakan orang - orang itu, dulu aku bilang itu berlebihan, tapi sekarang aku sendiri yang mengalaminya. Sakitnya menahan rindu bila malam tiba. Sulitnya menahan setiap kenangan yang muncul kala hujan itu datang. Pedihnya menahan diri agar berhenti berharap padanya. Dan kecewanya saat tahu bahwa kini aku bukanlah yang ada dihatinya lagi.

Rabu, 20 April 2016

Sebenarnya penjelasan yang lebih baik adalah karena aku sering berubah pikiran. Semuanya menjadi absurd. Bukan ragu - ragu atau plintat - plintut, tetapi memang itulah tabiat burukku sekarang, berbagai paradoks itu. Bilang iya tetapi tidak. Bilang tidak, tetapi iya. Terkadang iya dan tidak sudah tidak jelas lagi perbedaanya.

Tolong beri tahu, jika ada yang lebih pedih dari berusaha ikhlas pada kepergian ketika hati sedang rindu - rindunya

Minggu, 17 April 2016

Hujan Punya Cerita tentang Kita

Bagiku, hujan menyimpan senandung liar yang membisikkan 1001 kisah. Tiap tetesnya yang merdu berbisik lembut, menyuarakan nyanyian alam yang membuatku rindu mengendus bau tanah basah. Bulir - bulir yang jatuh menapak di atas daun, mengalir lurus menyisakan sebaris air di dedaunan. Sejuk, mirip embun.

Hidup seperti ini. Aku bisa merasakan senja yang bercampur bau tanah basah sepeninggal hujan. Seperti kanvas putih yang tersapu warna - warna homogen indah. Denitingan sisa - sisa titik hujan di atas atap terasa seperti seruling alam yang bisa membuatku memejamkan mata. Melodi hidup, aku menyebutnya seperti itu. Saat semua ketenangan bisa kudapatkan tanpa harus memikirkan apapun.

A novel by Dianika
Ada yang percaya bahwa didalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung lagu yang bisa meresonasi ingatan masa lalu. -Rangga, Hujan Punya Cerita tentang Kita

Minggu, 10 April 2016

Orang bilang, harapan itu seperti awan. Beberapa berlalu begitu saja, tetapi sisanya membawa hujan. Harapan manakah yang kau simpan dihatimu?

Sabtu, 09 April 2016

Orang yang menuntun mu belum tentu jadi pengisi hari - hari mu. Mungkin saja ia hanya membersihkan lukamu. Lalu tugasnya selesai. -Desyanita

Little Snow in Zurich

Dan kau tahu? 
Cinta pertama adalah saat kita berharap terlalu banyak, menanti terlalu lama, cemas terlalu sering, menginginkan happy ending yang terkadang tidak mungkin -Yamine
A novel by Alvi Syahrin 


Jumat, 08 April 2016

Senyuman di belakang punggung


Aku kira, aku sudah berhasil melupakan segala macam tentangmu. Kupikir aku siap membuka hatiku untuk seseorang yang baru. Aku yakin bahwa aku siap membuka mata dan hatiku pada orang baru yang akan membahagiakanku. Usahaku begitu keras untuk mematikan perasaan ini. Segalanya memang tak mudah karena perjuangan yang kulakukan terus berlanjut. Tak mudah mematikan perasaan pada seseorang yang bisa kita temui setiap hari. Kamu sudah jadi bagian dari hari-hariku, hampir setiap hari aku melihatmu. Perubahan yang begitu berbeda membuatku sulit menerima bahwa kita tak lagi sama. Aku melihatmu setiap hari dan untuk menganggap bahwa kita tak pernah punya perasaan yang spesial sungguh bukanlah hal yang mudah.

 
Apa saja yang kita lakukan selama rentetan bulan kebersamaan kita. Aku juga tak tahu apakah aku dan kamu bisa disebut punya hubungan atau tidak, karena semua berjalan dalam ketidakjelasan. Penyatuan kita juga tak menemukan titik temu. Mungkinkah dulu hanya aku yang berjuang sendirian? Mungkinkah dulu hanya aku yang inginkan kejelasan?
Kamu berbeda dari yang lainnya. Kamu sederhana, apa adanya, misterius, dan begitu sulit untuk ditebak. Wajahmu bukan pahatan seniman kelas dunia ataupun bikin pabrik yang jelas-jelas sempurna. Aku tak memikirkan bagaimana penampilanmu dan bagaimana caramu menata rambutmu. Aku mencintaimu karena begitulah kamu. Kamu yang sulit kutebak tapi begitu manis dalam beberapa peristiwa. Kamu yang menggemaskan dalam keadaan yang bahkan sulit kujelaskan. Aku sangat mencintaimu dan sekarang pun masih begitu. Sadarkah kamu?
Hari-hari kulewati dengan banyak pertanyaan. Apakah perasaanmu sedalam yang kuharapkan? Aku sedikit menangkap isyarat itu. Kamu mengajakku bicara dalam percakapan manis kita di pesan singkat. Kamu menghangatkanku di tengah dinginnya malam dengan candaan kecilmu. Bagaimana mungkin aku bisa begitu mudah melupakan hal-hal spesial yang sempat kulewati bersamamu? 
Kamu bisa dengan mudah melupakan segalanya. Kebersamaanmu dengannya sudah cukup menjawab semuanya. Aku bukanlah sosok yang kauinginkan. Aku bukan sosok yang kauharapkan. Menyakitkan bukan jika keberadaanku tak pernah kauanggap meskipun aku selalu hadir dalam tatapanmu? Aku berusaha semampuku untuk membahagiakanmu, namun nampaknya usahaku tak begitu terlihat di matamu.

Dulu, kita yang banyak berbincang, kini jadi banyak diam. Setiap hari aku berusaha menerima kenyataan dan perubahan itu. Setiap hari aku mencoba meyakinkan diriku bahwa suatu saat pasti aku bisa melupakanmu. Ketika melihatmu dengannya, ada luka yang tergores lagi. Kamu belum benar-benar kumiliki, tapi mengapa aku bisa sakit begini?
Pertemuan kita tadi seperti semangat yang kembali menemukanku di sudut yang dingin dan gelap. Aku selesai menyanyikan lagu sakit hati yang kuharap bisa sampai ke telingamu. Aku turun panggung dan menemukan sosokmu sedang duduk termenung. Kulambaikan tanganku dan mata kita bertemu.

Kamu tersenyum. Sederhana sekali. Ternyata, dari banyaknya pengabaian dan rasa sakit yang kauberikan; aku masih bisa mencintaimu.

 -Dwitasari

Ketika inginku bukan inginmu

Memilikimu memang sudah tak mungkin lagi bagiku
Jangankan memiliki, untuk bertegur sapa denganmu pun rasanya tak mungkin
Semua sudah berbeda, semuanya sudah terjadi
Lantas aku bisa apa sekarang?
Terus mengharapkanmu? berharap semuanya kembali seperti dahulu?
Ah, sudahlah, rasanya tak mungkin.
Bukan, bukan aku yang tak ingin. Harapan tuk terus bersamamu sangat besar dalam diriku. Tapi, pada kenyatanya, kamu yang dulu begitu ingin bersama, sekarang sudah tidak. Sakit memang, ketika aku tahu bahwa kau sudah tak sedikit pun peduli padaku.
Ya sudahlah biarkan saja, itu hakmu.
Tapi jangan salahkan aku, jangan pupuskan harapanku untuk terus bersamamu.

-RN

Hujan


Kurasa beberapa orang berpendapat sama denganku. Bahwa hujan bukan membawa penyakit, melainkan membawa kenangan itu datang kembali dan menguncinya dalam ingatan. Bagiku, setiap rintik hujan yang jatuh membawa setiap kebahagian yang dulu pernah ada, menutupi tetes air mata yang jatuh di pipi atas kerinduan yang melanda.
-RN


Jika cinta memang tak harus memiliki, lantas mengapa betapa sulitnya mengikhlaskan? Mengapa dipertemukan dengan kenangan manis dan ditinggalkan dengan kenyataan pahit?


Kau tahu? Betapa bahagianya aku bisa bersamamu, betapa aku merekam setiap kejadian indah setiap kali bersamamu, betapa segala sesuatu tentangmu tersimpan rapih dalam memori ingatanku. Tak salah bukan jika sosokmu selalu hadir dalam setiap hari - hariku? Tapi mengapa semua harus berakhir sesakit ini?

Langkah kaki yang dulu selalu berjalan beiringan, kini berjalan ke arah yang berbeda. Senyum yang biasanya kau berikan untukku, kini entah kau berikan untuk siapa. Bertatap pun tidak untuk saling menyapa, tidak untuk berbagi rasa dan bertukar pikiran seperti dulu. Hanya tatapan kosong yang tak berlangsung lama dan sedalam dulu. Tatapan itu kini tak memilik arti lagi, tak menggambarkan perasaan yang dulu pernah kau berikan padaku.
Semua memang salahku, jika saja hal itu tak pernah ku lakukan, mungkin kini aku masih bersamamu, melakukan semua hal bersama. Kini tak pernah lagi ku dengar suaramu, jangankan untuk menyebut namaku, berbicara sedikit saja padaku, sudah tak pernah kau lakukan lagi.
Salahkah bila kini aku rindu? Salahkah bila aku ingin kembali?
Duhai pujaan...
Sudikah kau untuk menerima ku kembali?
Memulai hari baru bersama, bersama komitmen yang kita buat? Menghapus semua luka dalam hatimu yang telah kubuat dan kini aku bersedia tuk hapuskan semua luka itu. Lalu, merajut cinta dan kasih bersama.
Aku masih disini, menunggumu yang entah akan datang atau tidak. Dan entah sampai kapan.
 
-RN


Kamis, 07 April 2016

Move On

Ada masa depan dibalik kenangan yang harus aku jalani -Julie

Syarat jatuh cinta

Tak ada yang bisa menjamin cinta akan selalu berujung bahagia. Seringnya mencintai membuatmu patah hati. Terluka. Meneteskan air mata bagi cinta yang berbalik meninggalkanmu. 
Tapi pernahkah kau mencintai seperti yang aku alami?
Mencintai dalam sakit. Mengubah diri demi orang yang bahkan tak memalingkan wajahnya sedikit pun padamu. Hatiku berdarah. Dan aku masih saja mencintainya. Bahkan, setiap malam aku masih menyempatkan diri untuk berdoa, agar ia selalu bahagia.
Ini cinta yang bodoh. Ya, aku tahu itu. Tapi aku akan terus bertahan. Terus mencintainya hingga dia mengundangku masuk ke dunianya.

-Marin Josi & Purba Sitorus
b:section-contents id='footer-1'/>b:section-contents id='footer-2-1'/>b:section-contents id='footer-2- 2'/>b:section-contents id='footer-1'/>b:section-contents id='footer-2-1'/>b:section-contents id='ooter-2-2'/>