Rabu, 25 Mei 2016

Hari yg cerah.
Tanpa awan tanpa hujan.
Kau pancarkan energi yg buatku tak mengalihkan pandang.
Ku tatap dibalik keramaian.
Ku ungkap dalam keheningan.
Dan menunggu hadirnya kau.
Hingga suatu pagi yg indah dengan ditemani tetesan embun diatas daun talas.
Kau datang.
Membawa sejuta kebahagiaan.
Bibir ini tersenyum.
Hati berdebar.
Telinga ini pun sejenak tuli, tak mendengar.
Bulan sabit telah menjadi bulan sabit kembali.
Dan berubah menjadi sebuah matahari yg terbit dari timur.
Sadarkah kau?
Dalam sekejap kau runtuhkan impian dan harapan.
Kau mematahkannya.
Ku tegarkan diri dan mencari jati diri.
Tak ku usik sedikitpun kehidupanmu juga temanmu.
Bertahun sudah berlalu.
Kupikir sembuh sudah kenangan pahit.
Namun setitik kekecewaan itu masih membekas dalam diri.

-dwioktaf

Sabtu, 21 Mei 2016

Entah apalagi yang terjadi. Seakan semua datang dan pergi silih berganti, tanpa sebab yang jelas. Kau datang kembali dengan membawa sebuah senyuman indah. Sadarkah kamu? Banyak harapan tersimpan disini. Tapi, sebab kamu datang bukan itu. Hanya untuk membahagiakan dirimu sendiri saja, hanya sesaat. Saat kau lelah dengan penat, kau kembali kepadaku, untuk kembali dapatkan kebahagiaan itu. Lantas, setelah kau sudah bisa kembali menbuat senyuman indah dibibirmu, kau pergi dan kau berikan senyuman itu untuknya....

Rabu, 11 Mei 2016

Terimakasih guruku!

Setiap manusia di muka bumi pasti akan tumbuh dan berkembang melalui perjalanan waktu. Waktu yang lalu kita sebut sejarah dan waktu yang akan datang disebut masa depan. Apa yang kita lihat dari sejarah hidup masing - masing semuanya adalah pelajaran.
Ada dua hal yang pernah dilalui oleh setiap orang, yaitu gagal dan berhasil. Apakah benar kedua kata itu ada? Jujur saya masih ragu, karena perbedaan antara kegagalan dan keberhasilan hanyalah pada masalah sudut pandang saja. Keduanya sebenarnya sama. Itulah sebabnya kenapa banyak orang yang percaya bahwa kegagalan itu sebenaenya merupakan keberhasilan yang tertunda.Bila konsep itu kita gunakan untuk menata masa depan, maka hidup akan semakin mudah dan ringan. Bila kita yakin tidak takut menghadapi keberhasilan, maka yakinlah bahwa kita pun sebenarnya tidak takut dengan kegagalan.
Saya tidak bermaksud menggiring engkau untuk mencapai kegagalan, namun ingin menuntun agar engkau tidak lagi dihantui oleh ketakutan akan gagal menghadapi masa depan. Yakinlah, tidak ada yang gagal dalam hidup kita. Yang harus kita lakukan saat ini adalah belajar terus agar kita mempunyai wawasan yang dapat menyebabkan kita mampu melihat setiap sisi kehidupan kita dari sudut - sudut yang berbeda. Bila itu bisa dilakukan, akan banyak pilihan tersedia di hadapanmu.
Semakin banyak pilihan yang tersedia untuk kita, semakin memudahkan kita menempuh kehidupan dalam rangka meraih masa depan. Lulus SBMPTN mungkin menjadi tujuan utamamu hari ini, saya doakan agar engkau sukses dan gemilang meraih apa yang di cita-citakan itu. Tidak ada kata terlambat untuk meraih kesuksesanmu. Allah SWT menciptakan masa depan untuk engkau pilih. Jangan ragu, ambilah!
Bila merasa berat untuk mencapai itu, berdoalah dan tetaplah berusaha, belajar...belajar dan terus belajar. Biarkan frustasi mengikutimu. Bila engkau, merasa tak mampu, ingatlah bahwa Tuhanmu tidak membuatmu dalam keadaan sia - sia. Pasti di sisi tertentu, engkau adalah sebenarnya luar biasa dan lebih unggul dari yang lain. Dan, yang paling penting, bila doa terus engkau sampaikan, Tuhanmu tidak akan membiarkanmu sendirian tanpa kekuatan. Jadi yakinlah, engkau pasti mampu! Engkau pasti bisa!
Dan, bila apa yang di cita-citakan tak tercapai, bukanlah kegagalan tengah mendekapmu, tapi kamu tengah salah memilih sudut pandang. Bangkitlah... dan ubahlah sudut pandang itu!!
Engkau akan disebut hebat bukan karena sering jatuh, tapi bila engkau mampu bangkit dari setiap jatuhmu.
-Saptana Surahmat

Selamat tinggal

Untuk sekarang, aku ikhlas. Aku rela.
Semua penantianku, dan semua perjuanganku untuk tetap menjaga komitmen ini, kuakhiri sampai disini.
Bukan aku yang ingin mengingkari, tapi semua sudah jelas. Untuk apa aku bertahan? Sedangkan hati itu tak lagi untukku.
Maaf atas segala perbuatan yg telah aku lakukan.
Terimakasih, untuk pernah mengisi hari - hari ku, terimakasih telah meninggalkan banyak pelajaran untuk hidupku di masa depan.
Semoga masa depan aku dan kamu lebih baik dengan adanya pelajaran di masa lalu.
Sampai jumpa dengan kebahagiaan masing-masing! ☺

Sabtu, 07 Mei 2016

Tak peduli

Hujan itu datang lagi.
Tapi kini ia datang sendiri, tanpa ditemani petir dan kilatnya.
Kemana petir dan kilat yang biasanya membuat aku membenci hujan?
Kini aku kembali tenggelam dalam gemerciknya air.
Tetesan air yang jatuh mengalunkan nada nada indah.
Mengantarkan ku pada kenangan bersamamu.

Aku muak. Aku benci.
Untuk apa aku terlena kembali pada kenangan itu?
Untuk apa?
Berkali kali hati ini tergores, karena ketidakpedulian mu padaku.
Tapi tetap saja aku terus menunggu.
Berharap keajaiban akan datang.

Aku lelah dengan semua ini.
Mengapa tak kau rasakan betapa sakitnya hati ini menahan rindu?
Menunggu dan berharap kau datang untuk menyapaku.
Tapi kau tak lagi peduli. Tidak.
Karena mungkin bagimu, bagaimana pun aku, seberapa sakit pun aku, sebanyak apapun air mata itu jatuh, aku bukan urusanmu lagi.

Sedih memang jika ternyata benar seperti itu adanya. Tapi kau tahu? Aku masih tetap disini. Dengan perasaan yang sama.

Jumat, 06 Mei 2016

Kemana cinta?

Bukankah seharusnya cinta tercipta karena dua jiwa saling menyalurkan rasa cintanya? Lantas mengapa cinta ini terjadi ketika satu jiwa memilih pergi? Kemana cinta ini akan kusalurkan?

Kamis, 05 Mei 2016

Berlari atau tinggal?

Haruskah aku berlari? Atau haruskah aku tetap tinggal disini?
Berlari ataupun tinggal tak urung membuatmu peduli lagi padaku.
Bisakah kau lihat sejenak? Ada hati yang terus berharap, ada hati yang tak lelah menanti, hati yang hanya bisa menahan rindu, menahan rasa cinta yang kian hari kian menggebu.

Menata rindu

Bagaimana cara ku menata rindu yg terus menggebu di setiap malamnya?
Sedangkan yang ku rindu tak lagi peduli bagaimana rindu itu datang kepadaku.

Kebahagiaan kita

Terdiam dan hanya bisa terdiam. Mungkin itulah yang kini aku rasakan. Rindu menggebu menyerbu kala hati ini merasa sepi. Dimana kah dirimu sekarang? Apa kau sama merindunya seperti yang kini aku rasakan? Ingatkah ketika bahagia itu menjadi milik kita? Kini aku dan kau sama - sama melangkah, tapi bukan ke arah yang sama. Tak bisa kah langkah itu kini menyatu kembali? Menuju arah yang sama. Kebahagian milik kita.

Senin, 02 Mei 2016

Dalam setiap langkahku
Tersimpan rasa yang aku sebut....C I N T A
Ia terasa begitu indah
Rasanya hangat, nyaman dan membuka senyuman di hari - hariku
Tapi, pernah juga...
Aku merasakan cinta menempatkan aku dalam harapan - harapan yang kosong
Sendirian..... dan melelahkan
Hingga akhirnya aku tersadar
Bahwa menunggu kadang tidak ada artinya
Dan itu bukan jawaban

Aku menyadari bahwa cinta itu rapuh
Ia semakin kuat bila dua hati mau berusaha
Berusaha untuk mau saling mengerti
Berusaha untuk terus saling memberi
Bahkan, cinta kadang butuh diuji
Bagaimana ia bisa bertahan
Dalam bahagia, dalam bimbang, dalam marah maupun benci kadang - kadang
Mampukah ia terus ada dengan sabar?

Waktu mendewasakan cinta
Berkali - kali ia terjatuh
Dan berkali pula cinta itu bangkit
Bahkan semakin kokoh
Selama dua hati tetap ingin bersama
Seharusnya yang tersisa hanya keinginan untuk bersatu
Meskipun kadang harus diuji dengan kali kedua

-Raisa

Minggu, 01 Mei 2016

Engkau angka dua belas, dia jarum jam panjang yang melewatimu setiap jam.
Sementara aku...
Jarum detik yang datang dan menjagamu setiap menit
Resah di dadamu, dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini.
Dipisah kata - kata.
Begitu pula rindu.
Lihat tanda tanya itu
Jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi

- Rangga

Tentang Seseorang

Kulari ke hutan, kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi, sepi dan sendiri aku benci
Aku ingin bingar, aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri
Pecakan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba - laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyang kan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai

Cinta
It's ok if sometimes we don't understand what we want, but please make sure what we don't want. -Paulo Coelho
Bila resolusi tak kunjung berhasil, bisa jadi ada yang salah dalam diri Anda dan perlu dibenahi dalam merumuskannya -unknown
b:section-contents id='footer-1'/>b:section-contents id='footer-2-1'/>b:section-contents id='footer-2- 2'/>b:section-contents id='footer-1'/>b:section-contents id='footer-2-1'/>b:section-contents id='ooter-2-2'/>